MAU DI BAWA KE MANA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS SD DI KABUPATEN BATANG?



Pendidikan Bahasa Inggris sudah mulai diajarkan sejak Sekolah Dasar bahkan sudah dimulai sejak PAUD/Playgroup. Begitu pentingnya penguasaan Bahasa Inggris di zaman sekarang. Zaman globalisasi dimana tidak ada sekat antar negara. Dunia bagaikan perkampungan dimana kita bisa berkunjung satu sama lain dalam waktu yang singkat. Informasi bisa didapatkan dalam hitungan detik. Dengan adanya kemajuan di bidang Informasi, telekomunikasi dan transportasi semuanya menjadi mudah. Sehubungan dengan semakin dekatnya satu tempat dengan yang lain. Satu negara dengan negara lain, kemampuan dan keterampilan Bahasa Inggris menjadi tuntutan. Oleh karena Pendidikan Bahasa Inggris sudah mulai diterapkan di Lingkungan pendidikan paling dasar. Karena pendidikan akan berhasil manakala dimulai sejak dini dengan penanganan dan metode yang tepat sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakter anak didik.
Di Kabupaten Batang juga sudah mulai diperkenalkan Mata pelajaran Bahasa Inggris meskipun hanya sebagai Mulok. Awalnya Bahasa Inggris hanya sebagai Mulok Sekolah tetapi kemudian dalam perkembanganya Bahasa Inggris sudah mulai di jadikan Mulok Kabupaten. Yang namanya mulok tentunya hanya sebagai pelengkap dari Mata Pelajaran Pokok. Hanya sebagai tambahan atau keunggulan lokal. Namun pada kenyataannya Justru Mata Pelajaran ini sangat penting sekali dan kalau menurut saya layak dijadikan mata pelajaran pokok sejajar dengan mata pelajaran yang lainnya mengingat perkembangan zaman yang menuntut kemampuan dalam komunikasi Bahasa Inggris.
Dengan tenaga guru yang seadanya dan dengan materi dan penunjang yang sangat terbatas sekali. Bahkan kalau saya katakan belum ada perangkat pembelajarannya seperti Silabus, RPP dan lainnya Bahasa Inggris di SD dengan Pedenya mulai diajarkan kepada anak didik Sekolah Dasar. Kebanyakan yang mengajar Bahasa Inggris di SD bukan lulusan atau pakarnya. Di SD Bahasa Inggris diajar oleh Guru Yang bukan faknya seperti guru kelas, guru Agama maupun guru olah raga yang merangkap. Perlu diketahui bahwa Pendidikan Dasar adalah sangat penting sekali. Artinya jika tidak ditangani oleh ahlinya akan memberikan konsep dan ilmu yang justru menyesatkan anak. Kenapa saya katakan demikian. Contoh simplenya ketika guru yang bukan faknya mengajarkan suatu kata yang salah atau kalimat yang tidak sesuai dengan kaidan pelafalan dan gramatikal kepada anak didik maka akan menjadi sangat fatal sekali. Konsep salah yang sudah diajarkan sejak SD akan masuk ke dalam memori anak dan akan terbawa sampai dia menginjak ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Selain itu juga belum adanya regulasi dan kejelasan mengenai kurikulum Bahasa Inggris di Kabupaten Batang.Dari Kabupaten sudah berani menetapkan Mata Pelajaran Bahasa Inggris Sebagai Mulok Kabupaten, maka konsekuensinya Harus ada Seperangkat kurikulum yang jelas dan adanya tenaga guru yang profesional dan menguasai Disiplin Ilmu Bahasa Inggris.Di Kabupaten belum ada guru PNS Bahasa Inggris. Ini sangat memperihatinkan. Kalau kita mau belajar dari Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten atau Kotamadya lainnya yang sudah mulai mengangkat Guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar, seharusnya kita bercermin dari mereka. Output tidak akan sesuai dengan harapan manakala Tenaga Pengajar dan Seperangkat Kurikulum tidak jelas. Bukan keterampilan dan kemampuan Bahasa Inggris yang didapatkan malah justru malapetaka yang akan kita dapatkan karena Ketidakjelasan dari segi Kurikulum maupun Tenaga pengajarnya.
Yang sangat memperihatinkan lagi adalah ketika naskah soal baik mid semester, Semester maupun Ujian Sekolah Bahasa Inggris dibuat hanya oleh segelintir orang saja tanpa melibatkan perwakilan dari masing-masing kecamatan dalam penyusunannya. Sebetulnya di Kabupaten Batang ini sudah mulai muncul tenaga Guru Bahasa Inggris Lulusan S1 Bahasa Inggris yang mengajar di beberapa SD. Itu ada respons yang positif. Tetapi sungguh naif sekali karena yang menguasai dan ahli di bidangnya tidak dilibatkan dalam penyusunan soal-soal. Kami menemui banyak kejanggalan Soal-soal setiap ada ulangan baik mid semester. Semesteran maupun Ujian sekolah Bahasa Inggris. Kesalahah bukan bersifat salah cetak tetapi sangat fatal sekali mengingat kesalahan terdapat pada kontennya, grammatikal maupun vocabulary.
Berani menetapkan Bahasa Inggris sebagai Mulok Kabupaten maka harus berani pula menanggung konsekuensinya. Pertama, Pemerintah harus memberikan kejelasan mengenai Perangkat pembelajaran maupun kurikulumnya dan buku panduan dan materi, sehingga bisa digunakan sebagai acuan bagi SD –SD seluruh wilayah Kabupaten Batang. Yang terjadi selama ini antara kecamatan yang satu dengan yang lainnya berbeda. Bahkan antar SD yang satu dengan yang lainnya berbeda. Yang membuat soal semesteran dari Kabupaten juga berbeda dengan SD- SD di Kabupaten Batang. Kedua, Pemerintah memberikan kejelasan mengenai nasib guru Bahasa Inggris ke depannya. Karena selama ini belum ada SK Bupati mengenai adanya pengangkatan Guru bahasa Inggris di Kabupaten Batang. Mau dibawa ke mana Para guru Bahasa Inggris yang sudah mengabi lama di SD? Ketiga, perlu dibentuk KKG Bahasa Inggris tingkat Kabupaten sehingga nantinya akan ada komunikasi dan kerjasama di antara guru-guru yang mengampu Bahasa Inggris se Kabupaten Batang. Disini mereka bisa mengembangkan kreatifitas dan aspirasi serta ide-ide yang bisa memberikan kontribusi kemajuan bagi Pendidikan Bahasa Inggris di Kabupaten Batang. Selain itu melalui forum KKG Bahasa Inggris Pula penyusunan soal-soal Bahasa Inggris maupun penyusunan Buku Panduan Materi dan Kurikulum bisa diciptakan oleh para Ahli Putra daerah Kabupaten batang yang sesuai dengan karakter dan kondisi di Kabupaten Batang. Keempat, perlu adanya dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Kabupaten sehingga Proses pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris menjadi tertib dan lancar yang pada akhirnya bisa memberikan output yang optimal.
PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SD

PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SD

Tanpa Perangkat Pembelajaran seperti Silabus, RPP, Prota, Promes, Pemetaan SK KD dan perangkat yang lainnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan adanya Perangkat Pembelajaran, Kegiatan Belajar Mengajar menjadi teratur, terkontrol dan terarah.Seperti halnya KBM Bahasa Inggris SD, meskipun Kurikulumnya belum begitu matang, tetapi sudah ada model Perangkat Pembelajaran yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan Kurikulum dan perangkat lainnya sesuai dengan kebutuhan, kemampuan masing-masing daerah dan satuan pendidikan Dasar (SD ). Berikut Model Perangkat Pembelajaran Bahasa Inggris SD :
  1. Pemetaan SK dan KD Bahasa Inggris SD    Download
  2. Silabus Bahasa Inggris SD   Download
  3. RPP Bahasa Inggris SD   Download
  4. Promes Bahasa Inggris SD   Download
  5. Prota Bahasa Inggris SD    Download
  6. KKM Bahasa Inggris SD   Download
Download Semua File   Di sini

FREE DOWNLOAD 100 ENGLISH SONGS FOR CHILDREN

FREE DOWNLOAD 100 ENGLISH SONGS FOR CHILDREN


Dunia anak adalah dunia bermain dan bernyanyi. Sambil bermain anak belajar sesuatu, anak belajar dari yang ia tidak tahu menjadi tahu termasuk belajar mengenal Bahasa Asing yaitu Bahasa Inggris. Salah satu metode yang digunakan untuk mengajar Bahasa Inggris di SD adalah melalui lagu (English songs for children). Anak akan dapat menguasai dan mendapatkan perbendaharaan kata atau kosakata baru dalam Bahasa Inggris sambil mereka bernyanyi lagu dalam Bahasa Inggris. Disamping itu mereka secara tidak langsung juga belajar untuk mengucapkan suatu kata dalam Bahasa Inggris dengan lafal yang benar. Anak tidak akan merasa bosan dan jenuh dengan bernyanyi. Pendek kata, dengan menggunakan metode English songs anak akan cepat menguasai Bahasa Inggris. Berikut adalah daftar lagu-lagu Bahasa Inggris anak yang dapat menjadi referensi untuk membantu pengajaran Bahasa Inggris yang fun(anda dapat mencarinya di Google atau di You Tube)
How are you
I'm happy
How many are there?
Number songs
Book, pen,desk, chair
Can you draw
She’s my mom
Is this a dog?
Red, yellow,blue and green
What do you like?
Do you like baseball?
What’s that?
Shoes and shirts
What are these?
What time is it?
Do you have a fork?
What day istoday
Can I have a pen?
Do you want a basketball?
I like science
Where is my white socks?
Reach high
Whose ball isit?
What’s everyone doing now?
She’s folding the clothes
Check it out
Where are yougoing?
It’s time toget up
Is this his bathrobe?
Let’s go see amovie
Clean your room
Do you have any staples?
What does hedo?
Hot! Hot! So hot!
What did youdo?
I took a trip
What did you teach?
When’s your birthday?
Are you going to write a letter?
Can you spell snail?
Will you take out the trash?
What did you get at the store?
Who’s the the tallest?
Loud sound
Everyday I take the bus
How much is that box?
I had a bad day
Excuse me,where’s the park?
Elk, milk,think, wink
The calf has acalf
Yankee doodle
You are my sunshine
I’ve been working on the railroad
Itsy bitsy spider
I’m a little teapot
The hokey pokey
Ten green bottles
Lady bug picnic
Baa baa black sheep
Bicycle builtfor two
We went to the animal fair
Mother how areyou today?
My bonie
Twinkle twinkle little star
Marry had a little lamb
Three blind mice
The farmers inthe dell
Frere Jacques,I hear thunder
The muffin man
Little bunny foo foo
Barney Mr. Sun
Row row rowyour boat
Old macdonald
Que sera sera
Edelwise
Take me out to the ball game
Bingo
Ten little indian
ABC’s
She’ll be comin’ around the mountain
Susanna
Pop! Goes the weasel
I’m a policeman
London bridge
This old man(knick knack patty whack)
Baby lullabies
Barney thewheel
Barney 7 days in a week
Ring around the rosie
Happy birthday
Barney clean up
Now it’s time for so long
Bob the builder Can we fix it
Backpack
Clementine
We did it
How much is that doggy in the window
I love you baby
It ain’t gonna rain no more
Willy wonka oompa loompa song

Dapatkan Buku Kamus rangkuman Bahasa Inggris lengkap tematis dan alfabetis dengan klik link di bawah ini:
Buku Kamus Rangkuman Bahasa Inggris SD 


INTI DARI BELAJAR BAHASA ADALAH DIMULAI DARI BAHASA LISAN KEMUDIAN MENGARAH KE BAHASA TULIS


Keterampilan atau skill dalam Bahasa Inggris dibagi menjadi 4 aspek, yaitu : Listening (mendengarkan), Speaking (Berbicara), menulis (Writing) dan Reading (membaca). Baik dalam bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan bahasa-bahasa lainnya pada prinsipnya memiliki kesamaan. Keempat aspek bahasa tersebut saling berkaitan dan saling melengkapi satu sama lain.
listen and speak..
Pengajaran Bahasa, terutama Bahasa Inggris dimulai dari Bahasa lisan (Listening, Speaking) kemudian diikuti oleh bahasa tulis (writing, reading). Kenapa bisa demikian? Manusia ketika masih kecil ketika dia belum bisa berbicara, awalnya dia belajar bahasa dari kedua orang tuanya, ayah ibunya, saudara dan orang-orang dewasa di sekelilingnya. Secara alamiah dia mulai belajar meniru, mengucapkan kata-kata kemudian kalimat dan pada akhirnya dia sedikit demi sedikit bisa meskipun dalam bahasa atau ucapan yang paling sederhana. Ketika dia mulai duduk di bangku sekolah, dia mulai belajar bahasa tulis, belajar menulis dan membaca. Di lingkungan sekolah itulah dia mulai mengenal bahasa tulis, maka lengkaplah keterampilan bahasa yang dia kuasai, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis.
Begitu juga halnya, di Negara Inggris. Anak-anak seumuran TK, SD sudah bisa Bahasa Inggris dan tidak kalah dengan orang dewasa di Indonesia yang masih belajar Bahasa Inggris. Karena memang anak-anak di sana ketika mereka lahir, apa yang mereka dengar, apa yang mereka dapatkan setiap harinya adalah Bahasa Inggris dari orang tua mereka. Lambat laun merekapun bisa berbahasa Inggris.
Belajar bahasa pada prinsipnya sama. Baik di Indonesia, di Inggris  maupun di negara lainnya. Anak akan pandai berbahasa. Anak memiliki kemampuan bahasa ibu. Bahasa yang diasa dia dengar. Bagi kita yang tinggal di Indonesia, bahasa ibu kita adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa daerah kita. Bagi mereka yang tinggal di Inggris, Bahasa ibu mereka adalah Bahasa Inggris. Bagi mereka yang tinggal di Arab, Bahasa Arab adalah bahasa ibu mereka.
Bahasa Inggris bagi bangsa Indonesia statusnya adalah Bahasa asing, bahasa kedua (second language) setelah bahasa ibu. Bahasa Inggris baru kita pelajari ketika mulai di sekolah. Tidak mengherankan jika kita mengalami kesulitan belajar bahasa tersebut. Karena memang kita tidak terbiasa mendengar dan yang jelas kita jarang atau mungkin tidak pernah menggunakannya.
Kembali ke awal pembahasan aspek-aspek bahasa tadi. Secara alamiah manusia belajar bahasa dimulai dari bahasa lisan (mendengar, berbicara) kemudian berlanjut ke bahasa tulis (menulis, membaca). Sebelum kita bisa menulis membaca, kita sudah terbiasa mendengar dan mengucapkannya. Belajar Bahasa Inggris pada intinya adalah sama dengan belajar Bahasa Indonesia.

ALMUSTO'S FACT



JASA PENERJEMAHAN ONLINE

JASA PENERJEMAHAN ONLINE



Bagi anda yang merasa tidak punya waktu dan kesulitan dalam menerjemahkan(translate) Bahasa Inggris ke dalam  Bahasa Indonesia atau sebaliknya dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, maka kami membuka jasa translate/penerjemahan. Jika anda berminat berikut prosedurnya:

Silahkan anda hubungi atau konfirmasi/sms  admin ke nomor: 085870312922

Silahkan anda kirimkan file materi yang akan diterjemahkan ke alamat email berikut: kangmus84@gmail.com

Biaya penerjemahan per 1000 kata adalah Rp. 30.000,- (tergantung kompleksitas dan tingkat kesulitan)

Hasil terjemahan akan dikirim balik ke alamat email anda setelah anda mentransfer biaya penerjemahan ke rekening admin berikut :
Nama                   :  Mustofa
Rekening              :  Bank BNI Cabang Pekalongan 
                             Nomor Rek  0222181303

Setelah anda mentransfer biaya tersebut, silahkan konfirmasi kepada kami ke nomor HP kami.

Kami ingin memberikan yang terbaik untuk anda. Terima kasih atas kerjasamanya.

TIDAK ADA KEJELASAN KURIKULUM MAUPUN TENAGA PENGAJAR BAHASA INGGRIS DI SD


Melanjutkan Artikel saya yang dahulu tentang begitu pentingnya pembelajaran Bahasa Inggris sejak dini, maka di sini saya akan membahas mengenai kurikulum, materi, tenaga pengajar dan kebijakan serta dukungan Pemerintah tentang Pengajaran Bahasa Inggris di Satuan Pendidikan Dasar terutama di Sekolah Dasar (SD).
Masalah yang dihadapi guru-guru pengampu  Bahasa Inggris di SD adalah mengenai Kurikulum dan perangkat pembelajarannya yang belum jelas. Pemerintah Pusat memang sudah memberikan rambu-rambu, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang harus dicapai lulusan Sekolah Dasar. Akan tetapi kenyataannya di lapangan kami sebagai pelaksana lapangan, sebagai guru yang mengajar  Bahasa Inggris masih merasa kebingungan. Tidak ada kejelasan, tidak ada sosialisasi, tidak ada kebijakan dari Pemerintah Daerah mengenai Kurikulum Bahasa Inggris di SD. Akhirnya kami mengajar dengan cara kami sendiri, materi kami sendiri dan buku-buku panduan serta buku penunjang sendiri pula. Tidak ada keseragaman materi di lingkup Kabupaten. Kemudian yang terjadi adalah antara soal semesteran yang didistribusikan kepada kami dari Kabupaten tidak sama dengan materi yang kami ajarkan di Sekolah. Antara SD yang satu dengan yang lainnya juga belum tentu sama materi Bahasa Inggris yang diajarkan.
Sebenarnya pemerintah Kabupaten Batang sudah secara resmi menetapkan Bahasa Inggris sebagai Mulok Kabupaten. Akan tetapi dari pemerintah tidak ada kejelasan mengenai perangkat pembelajarannya, kurikulumnya seperti apa, RPP Silabus, materi dan buku pedoman yang sama sekali kabur. Selain masalah diatas, juga masalah tenaga pengajarnya yang tidak jelas. Belum ada SK dari Bupati tentang pengangkatan Guru Bahasa Inggris SD.
Di lingkungan Kabupaten Batang, yang saya tahu kebanyakan yang mengajar dan mengampu Mata Pelajaran Bahasa Inggris bukan dari guru yang memang kompeten dalam Bahasa Inggris. Bahasa Inggris diajarkan oleh guru kelas, guru Agama ataupun guru PenjasOrkes yang merankap. Memang ada guru-guru yang memang berkompeten yang dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris tetapi jumlahnya minim.
Yang menjadi permasalahan berikutnya adalah ketika naskah soal semesteran Bahasa Inggris yang dibuat dari Kabupaten Batang, materinya tidak sama dengan materi yang kami ajarkan di SD. Ini adalah konsekuensi dari kekurangjelasan Kurikulum  Bahasa Inggris SD di Kabupaten Batang. Akibatnya karena tidak ada kesamaan persepsi, kesamaan materi antara yang membuat soal dengan yang diberi soal akhirnya nilai anak yang kurang memuaskan. Lantas siapa yang pantas disalahkan? Pembuat soalkah? Guru? Ataukah murid?
Saya dan teman-teman guru pengampu Bahasa Inggris lainnya tidak tahu siapa yang membuat soal semesteran. Yang jelas selama ini kami tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan soal semesteran Bahasa Inggris. Selama ini kami hanya menerima distribusi soal Bahasa Inggris dari Kabupaten. Kami merasa tidak ada transparansi, komunikasi dan demokrasi dalam penyusunan soal. Bukan berarti kami menjelekkan pembuat soal, tetapi fakatanya, banyak soal-soal yang secara gramatikal tidak bisa diterima. Kejadian berlangsung lama. Kami hanya bisa diamsaja karena memang kami tidak diberi kesempatan memberikan kritik dan saran. Kami tidak pernah dilibatkan. Padahal kami guru-guru yang mengajar Bahasa Inggris memiliki Forum Pertemuan Guru (KKG) yang tersebar di Seluruh Kecamatan di Kabupaten Batang. Seharusnya dalam penyusunan soal-soal Bahasa Inggris tingkat Kabupaten melibatkan perwakilan guru-guru Bahasa Inggris dari masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Batang sehingga kualitas dan ketepatan soal bisa diandalkan dan sesuai dengan materi yang diajarkan.
Keberhasilan Pembelajaran Bahasa Inggris di SD menurut saya pribadi tergantung faktor-faktor yang saya sebutkan di atas, yaitu Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran, Tenaga guru yang Profesioanal (lulusan S1 Bahasa Inggris), kemudian faktor berikutnya adalah adanya dukungan dari Pemerintah terutama Pemerintah Daerah/Kabupaten. Jika kita melihat fenomena pendidikan Bahasa Inggris di Kabupaten Batang tadi, maka Pendidikan Bahasa Inggris tidak akan memberikan output yang diharapkan. Jika kita mau melangkah, langkah kita pasti, tidak ragu-ragu, tidak setengah-setengah. Sesuatu yang setengah-setengah hasilnya tidak akan maksimal. Sesuatu yang maksimal saja belum tentu maksimal hasilnya, apalagi yang setengah-setengah, maka dari itu harapan kita semua marilah kita melangkah pasti, kami mengharap akan ada perubahan mengenai Kejelasan Kurikulum, perangkat pembelajaran serta tenaga pengajarnya dalam kaitannya dengan Pendidikan Bahasa Inggris SD di negara Indonesia tercinta ini. Bukankah kita tidak mau ketinggalan dengan Negara lain? Maka saatnya kita benahi Pendidikan Dasar kita, terutama Pendidikan Bahasa Inggris sejak dini yang berkualitas guna menghadapi tantangan global.

KENAPA BAHASA INGGRIS PENTING DIAJARKAN SEJAK DINI?


Kita hidup di zaman Globalisasi, yaitu era kemajuan baik di bidang informasi, telekomunikasi dan transportasi. Berbagai kemudahan dapat kita rasakan di bebagai aspek kehidupan. Dunia seakan-akan seperti sebuah perkampungan di mana tidak ada sekat antar negara. Informasi bisa kita dapatkan dalam hitungan detik dengan internet, televisi, radio dan media elektronik lainnya. Kita juga bisa berkomunikasi dengan siapapun di seluruh dunia dengan telpon, HP, internet dan sebagainya. Kemudian jika pada zaman dahulu kita membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan dalam hitungan bulan kita bisa sampai di Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, maka sekarang ini dengan adanya kemajuan di bidang transportasi seperti Pesawat terbang, kita bisa sampai di Mekkah dalam hitungan hari bahkan jam.

Dengan adanya kemudahan tadi, komunikasi, hubungan tidak lagi bersifat lokal, domestik saja kita bisa berhubungan, menjalin kerja sama dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. tentu kuncinya adalah kemampuan Bahasa Inggris karena memang Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan seluruh bangsa-bangsa di dunia. jika kita menguasai Bahasa Inggris itu merupakan modal awal kesuksesan kita dalam menyambut era globalisasi.Bahasa Inggris awalnya mulai diajarkan di Indonesia di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP/SMP). Namun pada perkembangannya Mata pelajaran ini sudah mulai diperkenalkan di Sekolah Dasar, bahkan sudah mulai diperkenalkan juga di Pendidikan Prasekolah seperti Playgroup/PAUD dan TK. Mungkin karena alasan dengan adanya tuntutan dan perkembangan zaman yang menuntut penguasaan Bahasa Inggris maka Bahasa Inggris mulai diajarkan sejak dini.  Akan sangat terlambat jika Bahasa Inggris mulai diajarkan mulai di SLTP. Pengajaran bahasa terutama Bahasa Inggris akan lebih baik jika diajarkan sedini mungkin yaitu di tingkat Sekolah Dasar sebagai bekal menghadapi pendidikan lebih lanjut di SLTP, SLTA dan Perguruan tinggi.

Namun yang menjadi kendala pengajaran Bahasa Inggris di satuan Pendidikan Dasar seperti SD adalah masalah Kurikulum (Perangkat pembelajaran) dan tenaga pengajarnya. Di Indonesia pengajaran Bahasa Inggris dilakukan seadanya. Karena memang belum ada kejelasan masalah kurikulum pelajaran Bahasa Inggris. Belum ada kepastian dari pemerintah mengenai kurikulum baku yang dijadikan acuan pengajaran Bahasa Inggris. Kalaupun ada itu sebatas model atau contoh saja karena di beberapa SD di Indonesia sudah mulai bermunculan Mata pelajaran Bahasa Inggris dengan status Muatan Lokal Sekolah. Dalam perkembangannya Muatan Lokal Bahasa Inggris berubah menjadi Matan Lokal Kabupaten. Di Kabupaten Batang Jawa Tengah contohnya menjadikan Bahasa Inggris sebagai Muatan Lokal Kabupaten. Jika dilihat dari tenaga pengajar yang mengajar Mulok Bahasa Inggris adalah kebanyakan dari Guru yang bukan Faknya. Artinya bukan dari Guru lulusan S1 Bahasa Inggris. Bahasa Inggris di SD kebanyakan diajar oleh guru kelas, guru Agama dan Guru Olahraga yang merangkap. Kemampuan mereka bisa dibilang kurang karena pada kenyataanya mereka juga harus belajar sebelum mengajarkannya kepada anak didiknya. Sangat memprihatinkan memang jika Bahasa Inggris secara sembarangan diajarkan di SD, padahal kita tahu Pendidikan Dasar terutama Bahasa Inggris justru harus diajarkan oleh pakarnya artinya yang benar-benar menguasai Pengajaran Bahasa Inggris.karena apa? Bukankan SD adalah pendidikan dasar bagi anak? Bukankah kalo kita mengajarkan konsep yang salah akan terbawa anak seterusnya?fatal memang akibatnya.. namun fenomena yang terjadi di Indonesia memang begitu, pertama adalah masalah Kurikulumnya kemudia yang kedua adalah masalah tenaga pengajarnya yang asal-asalan... seperti yang terjadi di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Kabupaten sudah menetapkan Bahasa Inggris sebagai Mulok Kabupaten tetapi kenyataanya di lapangan guru-guru yang mengajar Bahasa Inggris kebingungan karena tidak ada Kurikulum yang jelas dan sampai saat ini belum ada Guru PNS guru profesional yang mengajar Bahasa Inggris SD di Kabupaten Batang.

Memang Bahasa inggris di SD hanyalah Muatan Lokal. Yaitu pelajaran supplemen atau tambahan yang merupakan keunggulan lokal. Tetapi dibalik itu Bahasa Inggris memberikan kontribusi yang besar yang bermanfaat yang bersifat global. Tidak menutup kemungkinan pelajaran Bahasa Inggris di SD dijadikan Mata Pelajaran Pokok karena dengan adanya tuntutan zaman yang mengharuskan kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris.