Curhatan mantan guru Bahasa Inggris SD

Nampaknya Bahasa Inggris sudah tidak diajarkan lagi di lingkungan Sekolah Dasar(SD). Teman-teman saya guru Bahasa Inggris sebagian besar yang masih bertahan di SD statusnya bukan guru Bahasa Inggris lagi. Mereka beralih fungsi sebagai Operator Sekolah. Karena mereka juga kesulitan mencari sekolah lanjutan dan dirasa sudah mengabdikan cukup lama di SD akhirnya memilih untuk tetap bertahan di SD dan mereka kuliah lagi jurusan PGSD agar sesuai dengan tempat mereka mengajar. Ijazah mereka yang dulu S1 Bahasa Inggris ditambah lagi dengan S1 PGSD.

Bahasa Inggris di SD
I think Indonesian Children still need to be taught English for preparing them in the secondary schools.
Fenomena tersebut di atas sudah menjadi kabar yang menjamur di mana-mana guru-guru konversi kuliah lagi PGSD. Sempat saya berfikiran untuk bertahan di SD dan kuliah lagi PGSD namun itu bagi saya adalah sesuatu yang konyol jika kuliah lagi S1 dengan strata yang sama. Bagi saya selain dana yang tidak ada juga sesuatu yang impossible bagi saya. Saya legih memilih resign dan mengabdikan diri saya mengajar di sekolah lanjutan seperti SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA. Dan Alhamdulillah saya sekarang sudah diterima mengajar di Sekolah lanjutan. Kadang saya berfikir jika saya kuliah lagi saya mau-mau saja asalkan ijazah S1 nya dua dari Bahasa Inggris dan PGSD setelah itu bisa dikonversi menjadi S2. Logikanya 2 Sarjana secara matematis bisa digabung sehingga menjadi S2 hehehe… it’s just a crazy thinking… upz… anyway, sekarang ini saya enjoy mengajar di tempat sekarang ini saya mengajar. Banyak pengalaman yang saya dapatkan di sini. Saya bersyukur bisa memiliki pengalaman mengajar dari jenjang dasar seperti SD, sekarang ini bisa merasakan perbedaannya di MTs maupun di SMK.

Let’s think about the future, not the past. Let the past goes away and the important thing is we can do our best efforts for the coming time which gives us the valuable experiences that make us feel what the life is. Still, I post this for Inggris anak.com and never say, “I stop here, I give up” No, I don’t want to say those. Life must go on. Husnudzon, positive thinking, God will lead us the happiness that we’ve been hoping for. By writing and writing, posting, sharing anything to sharpen our skills. Inggris anak is my valuable, useful, enjoyable blog guiding me to the blog world. Bahasa Inggris SD, Bahasa Inggris untuk anak-anak Indonesia bagaimanapun juga penting, melalui media blog ini saya akan tetap posting dan posting meskipun orang di dunia maya semakin berkurang antusiasme nya untuk searching artikel dan informasi untuk pembelajaran Bahasa Inggris di SD dan untuk anak-anak. Beberapa orang berpendapat bahwa Dihapusnya Bahasa Inggris di SD akan berdampak pada anak ketika di SMP dan MTs, anak-anak blank dan bagi guru SMP/Mts juga berat tugasnya untuk introducing English. However, I will keep posting and giving spirit for Indonesia, I will help by writing and giving what I have to support English learning for children and kids. Thanks for reading and visiting my old Blog, namely, Inggris anak.com. Semangat…..!!!


Anda baru saja membaca artikel yang berkategori ARTIKEL dengan judul Curhatan mantan guru Bahasa Inggris SD. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : BAHASA INGGRIS ANAK INDONESIA
Ditulis oleh: Mustofa Muhammad - Thursday, March 6, 2014

2 komentar untuk "Curhatan mantan guru Bahasa Inggris SD"

Maturnuwun geh sampun komentar ten blog kulo