English is interesting and fun: English for kids, children


Learning English for kids or children is interesting. English for young learners will be fun if the teacher has a capability, master the exact methods, and can manage and organize the English class. On this ocassion, the writer of Bahasa Inggris Anak Indonesia will once again discuss about animals.

Bahasa Inggris SD
The students are enthusiastic to learn English.


One of the interesting lessons for kids is, animals, children are very interested and curious in animals. In everyday’s lives, they are used to interact with them. The animal are like: cat, dog, duck, buffalo, hen, rooster, bird, rabbit and so on. When teaching about animals, it will be very interested if children are encouraged to recognize and say the voice of certain animals. Below are some animals and their voices:

Goat : embek . . embek
Cat : meaow, meong
Hen : betok, betok
Duck : kwek kwek
Rooster : kukuruyuk
Cow : mooo
Dog : aug aug, ruff ruff
Wolf : auuuuuuuuuwh
Mouse : cit cit
Cricket : krik krik krik
Buffalo : oeek,
Chicks : cik cik, piyek, piyek
Snake : ssssst
Frog : trox...trox...crock
Pig : oink oink

The voices depend on teachers ability, he  or she can modify the voices then the students can understand them. To demonstrate the voices of certain animals the teacher can do the manually by his or her mouth or he or she can record the voices of the animals. The record can be demonstrated to the stundents. The students try to learn and recognize the voices. When learning this, teacher can fill it with the songs related to the theme, the teacher can use for example, Old Mcdonald song, Baa black sheep or others.

Starting with the demonstration, the students are asked to listen to the voices of the animals, then they imitate the voices, later they guess and recognize the name of the animals by their voices. To make the atmosphere funnier, The teacher can fill an intermezzo of the animal songs like Old Mcdonald. The teacher can develop, explore and modify  the teaching learning to meet the most enjoyable, interesting, and funniest  environment and it is hoped that the stundents can learn Enlgish well. They can accept the material with interesting ways. It is important to give such a good impression that English is an intersting subject to learn.

Bahasa Inggris SD


Bahasa Inggris SD merupakan pendidikan dasar dan bekal bagi anak-anak Sekolah Dasar sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut di SLTP/MTs. Bahasa Inggris SD perlu diajarkan dan dikenalkan kepada anak-anak di tingkat ini. Bahasa Inggris di SD sifatnya adalah pengenalan dan memberikan kemampuan dasar Bahasa Inggris yang mencakup aspek keterampilan listening, speaking, reading dan writing yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.  

Inggris SD
Bahasa Inggris SD Siberuk 


Tidak adanya Bahasa Inggris di SD jelas akan memberikan dampak tidak adanya background pendidikan Bahasa Inggris anak ketika mereka memasuki SMP/MTs. Kurikulum baru di tahun 2013/2014 besar kemungkinan tidak memprioritaskan Bahasa Inggris. hanya ada 6 atau 7 mata pelajaran di SD. Bahasa Inggris di SD nantinya kemungkinan hanya dijadikan ekstrakurikuler saja. Praktis Bahasa Inggris hanya tinggal nama dan formalitas saja. Anak-anak tidak akan lagi dan jarang menerima pengajaran Bahasa Inggris.

Jika kita menengok Bahasa Inggris di tingkat Sekolah lanjutan seperti SLTP maupun MTs di sana ranahnya tidak lagi pengenalan dasar akan tetapi sudah berbasis genre-learning. Bagaimana nantinya mereka dapat mengikuti pendidikan seperti itu yang cukup sulit untuk anak-anak yang beru pertama kali belajar Bahasa Inggris. di SLTP/MTs tingkat literasi yang dicapai bukan performatif lagi tetapi sudah tingkat fungsioanal. Bagaimana anak dapat memahami dan mencapai level tersebut jika mereka blank dan tidak ada kemampuan di level performatif.

Belajar Bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lainnya lebih strategis jika diperkenalkan kepada anak sejak dini karena di masa golden age ini anak siap menerima input keterampilan dan kemampuan apa saja yang diajarkan oleh orang dewasa teramasuk salah satunya adalah kemampuan Berbahasa Inggris. Bagaimana nanti anak akan lincah Bahasa Inggrisnya jika baru dimulai dari Sekolah lanjutan, jelas mereka akan merasa kaku dan perlu adaptasi. Anak akan lebih sulit menerima input keterampilan Bahasa daripada anak-anak di Sekolah Dasar.

Alangkah bijaknya jika Bahasa Inggris sebaiknya tidak ditiadakan di lingkungan SD, Bahasa Inggris tetap ada dan menjadi prioritas sejajar dengan mata pelajaran lain. Kenapa Bahasa Inggris di SD yang sudah berjalan kesannya gagal dan memberatkan? Tidak lain adalah karena hanya dijadikan mulok sekolah, tiada kurikulum pasti dan jelas, dan Bahasa Inggris tidak diajarkan oleh tenaga professional alias diajar oleh the incompetent teachers sehingga yang bisa kita katakan adalah kegagalan. Masa golden age adalah masa yang penting dimana anak menerima input luar biasa baik dari orang-orang dewasa, lingkungan dan komponen lainnya. Kita hidup di zaman era globalisasi dimana Bahasa Inggris memegang peranan yang sangat vital. Kemampuan Bahasa Inggris mutlak kita kuasai. Bangsa Indonesia harus bisa bersaing secara global dan salah satunya adalah membenahi pendidikan Bahasa Inggris. Kita tidak mendewa-dewakan globalisasi sebagai alasan Penguasaan Bahasa Inggris. disini kita berbicara mengenai kemampuan Bahasa Inggris yang memang akan lebih baik jika diperkenalakan kepada anak sejak dini dengan penanganan dan treatment yang tepat artinya pemerintah memang memberikan kurikulum yang matang dan adanya tenaga pengajar yang berkompeten. Bahasa Inggris tidak memberatkan bagi anak, Bahasa Inggris akan fun dan menyenangkan bagi anak dan anak siap menerima kemampuan Bahasa Inggris yang akan sangat berguna bagi dirinya di masa mendatang yang penuh dengan tantangan dan persaingan global. Pengajaran Bahasa Inggris sebaiknya tetap ada dengan mata pelajaran yang lainnya. Kita tahu Bahasa kita, Bahasa nasional kita Bahasa Indonesia. Bahasa utama kita. Bahasa Indonesia tetap kita utamakan akan tetapi alangkah naifnya jika kita menyepelekan Bahasa Inggris. Bahasa Inggris juga perlu kita kuasai. Sangat tidak masuk akal jika dengan adanya kurikulum Bahasa Inggris dapat mengganggu anak didik dalam belajar Bahasa Indonesia. Dan tidak masuk akal lagi jika Bahasa Inggris dihapus dan ditiadakan di Sekolah Dasar. Tidakkah pemerintah bersikap lebih bijaksana. Bahasa Indonesia menurut pribadi penulis utama dan perlu mendapat porsi alokasi waktu yang lebih besar namun juga kita tidak memandang sebelah mata Bahasa Inggris. di SD menurut penulis sendiri Bahasa Inggris sangat penting sekali dan sebaiknya tetap ada meskipun porsi atau alokasi waktu lebih sedikit dari pada Bahasa Indonesia. Dan yang menjadi catatan penulis adalah bahwa Bahasa Inggris memerlukan konsep kurikulum pasti dan tenaga pengajar yang mumpuni tidak asal-asalah seperti yang sudah berjalan selama ini. 
Dihapusnya Bahasa Inggris di SD memberikan angin segar bagi  kursus dan bimbingan belajar (bimbel) Bahasa Inggris.

Dihapusnya Bahasa Inggris di SD memberikan angin segar bagi kursus dan bimbingan belajar (bimbel) Bahasa Inggris.


Perubahan kurikulum di Sekolah dasar terutama tidak adanya pelajaran Bahasa Inggris di satu sisi akan menyebabkan gagapnya anak didik dalam persiapan menyongsong pelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah lanjutan (SLTP/MTs). Bahasa Inggris di Sekolah lanjutan statusnya bukan mulok akan tetapi pelajaran pokok, pelajaran wajib dan masuk dalam pelajaran yang menentukan kelulusan. Secara substansi, mata pelajaran ini berbeda dengan di SD. di Sekolah lanjutan Pembelajaran Bahasa Inggris berbasis genre atau melalui pendekatan jenis-jenis teks. Anak belajar Bahasa Inggris, empat aspek Bahasa Inggris di dalam suatu teks, seperti: recount, narrative, cescriptive, procedure dan lainnya. Seperti ketika kita belajar suatu tenses Bahasa Inggris, nantinya sudah ada dalam pembelajaran suatu teks genre. Misalkan kita ambil teks recount, di dalam teks ini tujuannya adalah menceritakan suatu pengalaman seseorang di masa lampau atau lewat maka tenses yang dipelajari di dalam jenis teks ini adalah past tense.

Kursus Bahasa Inggris merupakan solusi alternatif  untuk persiapan anak  SD
untuk  menerima pelajaran  Bahasa Inggris di SLTP/MTs.
The picture is from : http://www.waralabaku.com


Mulai tahun ajaran depan tahun 2013/2014 praktis tidak akan ada lagi Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Kalaupun ada itu sifatnya adalah sebagai ekstrakurikuler sekolah. Pengajaran Bahasa Inggris tidak akan seefektif seperti biasanya dan sangat kecil alokasi waktunya di luar jam pelajaran. Besar kemungkinan tidak diajarkan ke anak didik. Anak didik tidak akan lagi dapat belajar Bahasa Inggris. ini menyebabkan mereka tidak ada persiapan di dalam menyongsong Bahasa Inggris di sekolah lanjutan yang lebih kompleks.

Salah satu alternatif yang dapat dijadikan solusi adalah anak-anak dapat belajar dan mempersiapkan diri di SLTP dengan mengikuti bimbingan belajar Bahasa Inggris di kursus-kursus dan bimbingan belajar Bahasa Inggris di luar sekolah atau pendidikan formal. Anak-anak akan kesulitan menghadapi Bahasa Inggris di sekolah lanjutan jika sama sekali tidak dibekali dengan pengenalan dasar Bahasa Inggris sebelumnya. Bahasa Inggris di SLTP jelas memerlukan pendidikan dasar lebih dahulu sebelum benar-benar menerima pelajaran di tingkat ini dan sementara solusinya adalah dengan mengikuti kursus Bahasa di lembaga-lembaga bimbingan belajar non formal. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah ketika yang dapat mengikuti atau les di bimbel adalah anak-anak yang notabene adalah anak dari orang yang secara ekonomi mampu. Lantas bagaimanakah nasib dengan mereka yang berlatar belakang keluarga tidak mampu? Apakah mereka juga bisa mengikuti les di Bimbel? Padahal di bimbel itu tidak gratis alias berbayar. Bimbingan belajar sebagian besar adalah milik mereka bagi anak-anak yang dari keluarga mampu. Ini jelas akan menyebabkan anak-anak tidak mampu tiada mendapat pendidikan dasar Bahasa Inggris kemudian di Sekolah lanjutan kelak juga akan tertinggal jika dibandingkan dengan mereka yang sebelumnya telah mengikuti dan mempersiapkannya di Bimbingan dan kursus Bahasa Inggris dasar. There will be a large gap between the rich’s children and the poor’s. Yang kaya makin kaya yang miskin makin menderita . . . is it fair? No, It is not
A shout from the Writer of Bahasa Inggris Anak Indonesia

A shout from the Writer of Bahasa Inggris Anak Indonesia


My name is Mustofa. I am an English teacher at SDN Siberuk Tulis, Batang regency, Central Java. I have been teaching at the school since 2005 until now, 2012. I’ve been here for about 7 years. It’s been very long time and I have to leave this school as the new curriculum in the year 2013/2014 will be soon implemented. It's really hard for me. The government really has made me upset, made me confused and nothing that I can do except I must look for another job. English will not be taught at Elementary school anymore. It is going to be deleted.

Right now, I have a little interest to write, to post articles for my blog. I seldom posting. I have been trying to send my application letter for new jobs at secondary school. I must teach at Junior or senior high school or in the university or college. I must get new school or other jobs before the new curriculum is really implemented.

But don’t worry the blog that I have been building since february 2012, Bahasa Inggris Anak Indonesia will always survive and I will keep it. As the writer still get a serious problem, I will focus on another and will be coming back soon to write, to post as many intereresting articles as possible. The writer really loves English and I will always write and write article and tips  for English learners.

I hope I can be accepted at a new school then I can develop and explore my English there, later I can write again for my loved blog, Bahasa Inggris Anak Indonesia. Thanks for reading. I hope you don’t leave this blog. Keep reading ok ok ok...


Bahasa Inggris SLTP dan SLTA : Penjelasan Tentang Teks Recount

Bahasa Inggris SLTP dan SLTA : Penjelasan Tentang Teks Recount


Recount, according to Djuharie (2007: 44) is one kind of texts (genre) which the content tries to report incidents, events, or activities occurred to someone, or someone’s experiences. The purpose of this text is to inform and entertain the audience (listener or reader).
Recount text is nearly the same with Anecdote if we see from the purpose to expose certain activities or happenings passed. The main difference is that anecdote has funny and entertained part. Because of this difference, recount and anecdote also use different generic structure and its lexico-grammatical features.
Based on the book of English on Sky (EOS) 2, an English book for Junior High School students Year VIII, this text type is classified into three kinds of recount. They are:
1.   Personal Recount
            A personal recount usually retells an experience in which the writer/speaker was personally involved.
2.   Procedural Recount
      A procedural recount records events such as a science experiment or a cooking experience
3.   Biographical Recount
      The purpose of a biographical recount is to inform by retelling past events and achievements in persons’ life.
While Derewianka (1990) as cited in KBK English (2005) classifies 3 types of recount text, i.e.:
1.  Personal Recount is information of certain event where the writer is involved, did it by himself. e.g.; funny stories, experiences written in diary, etc.
            2.   Factual Recount
Factual recount is a report of certain incidents, e.g.; science experiment report, police report, the report in newspaper, history, explanation, etc.
            3.   Imaginative Recount
Imaginative Recount is an unreal story of events, e.g.; the passage for language learning, the story of slavery life, etc.

Below is the example of personal recount text
Last summer holiday, my family and I spent one night at the countryside. We stayed in a small house. It had a big garden with lots of colorful flowers and swimming pool. (Orientation)

First, we made a fire in front of the house. Then, we sat around the fire and sang many songs together. After that, we came into the house and had dinner. Next, we sat in the living room and watched a movie. Finally, everybody fell asleep there. (Sequence of events)

We woke up very late in the morning and had breakfast. In the afternoon, we went home. We were all very happy. (Reorientation). 


Jenis-jenis teks genre, genre based learning untuk SLTP dan SLTA

Jenis-jenis teks genre, genre based learning untuk SLTP dan SLTA


Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Lanjutan seperti di SLTP dan SLTA dewasa ini berbasis pada jenis-jenis teks(Genre based learning). Mengacu pada kurikulum 2004, Jenis-jenis teks(genre) terdiri atas 13 jenis seperti berikut ini:

belajar Genre jenis jenis teks dalam Bahasa Inggris
Pembelajaran tentang jenis teks Bahasa Inggris (genre)
http://www.docstoc.com


a. Spoof/Recount
·         Social function:  To retell an event with humorous twist
·         Generic structure:
   1. Orientation: sets the scene
   2. Events: Tell what happened
   3. Twist: provides the ‘punch line’ 
·         Significant Lexica-grammatical features
1. Focus on individual participant
2. Use of material processes
3. Circumstances of time and place
4.   Use of past tense

b. Recount
·   Social function: to retell events for the purpose of informing or            entertaining
·         Generic structure:
1.  Orientation: provides the setting and introduces participants
     2. Events: tell what happened, in what sequence
     3. Reorientation: optional-closure of events
·         Significant Lexica grammatical Features
1. Focus on individual participant
2. Use of material processes
3. Circumstance of time and place
4. Use of past tense
5. Focus on temporal sequence

c. Report
·         Social function: to describe the way things are, with reference to a range of natural, man-made and social phenomena in our environment
·         Schematic structure:
     1. General classification: tells what the phenomenon under discussions is
       2.  Description: tell what the phenomenon under discussion is     like in term of:
a. Parts (and their functions)
b. Qualities
c. Habits or behaviors
·         Significant  Lexica-grammatical Features
     1.  Focus on Generic participants
     2. Use of relational process to state what is and which it is
     3.  No temporal sequence

d. Discussion
·         Social function: to present (at least) two points of view about an issue.
·         Generic structure:
     1. Issue: statement and preview
     2. Argument: point, elaboration and conclusion or recommendation

     Significant Lexica-grammatical Features
1.   Focus on generic human and generic non-human participants
  2.    Use of material process, relational process and mental process
3.    Use of comparative: contrastive consequential conjunctions
     4.       Reasoning expressed as verbs and nouns (abstraction)

e. Explanation
·         Social function: to explain the processes involved in the formation or workings of natural or socio-cultural phenomena.
·         Generic structure:
     1. A general statements to position the reader
2. A sequence explanation of why or how something occurs
·         Significant Lexica-grammatical Features
     1. Focus on generic, non-human participants
     2. Use mainly of material and relational processes
     3. Use mainly of temporal and causal circumstances and conjunction.
     4. Use of simple past tense
     5.  Some use of passive voice to theme right.

f. Analytical Exposition
·         Social function: to persuade the reader or listener that something is the case
·         Schematic structure:
     1. Thesis
a. Position: introduces topic and indicates writer’s position
b.         preview: outlines the main arguments to be presented
     2. Arguments
a. point: restates the main argument outlined in preview
b. elaboration:         develops and supports each point/argument
     3. Reiteration: restates writer’s position
·         Significant Lexica-grammatical Features
     1. Focus on generic human and non-human participants
     2.  Use of simple past tense
     3.  Use of relational processes
     4.  Use of internal conjunction to stage argument
5. Reasoning through causal conjunction or nominalization

g. Hortatory Exposition
·         Social function: to persuade the reader or listener that something should or should not the case
·         Generic structure
     1. Thesis: announcement of issue of concern
     2.  Argument: reasons for concern, leading to recommendation
     3. Recommendation: statement of what ought to or ought no to happen
·         Significant Lexica-grammatical Features
     1.  Focus on generic human and non-human participants
     2.  Use of:
          a. Mental process: to state what writer thinks or feels about an issue
          b. Material processes: to state what happens
          c. Relational processes: to state what is or should
     3. Use of simple present tense

h. News Item
·         Social function: to inform reader or viewers about events of the day which are considered newsworthy or important

·         Generic structure:
1.  Newsworthy events: recounts the events in summary   form
2. Background events: elaborate what happened, to whom, in  what circumstances
3. Sources: comments by participants in, witnesses to and authorities’ expert on the event
·         Significant Lexica-grammatical Features:
1.   Short, telegraphic information about story captured in headline
          2.    Use of material processes to retell the events
          3. Use of projecting verbal processes in sources stage
          4. Focus on circumstances.


i. Anecdote
·         Social function: to share with others an account of an unusual or amusing incidents
·         Generic structure:
          1.    Abstract: signals the retelling of an unusual incident
       2.       Orientation: sets the scene
          3.    Crisis: provides details of the un usual incidents
       4.       Reaction: reaction to crisis
5. Coda: optional-reflection on or evaluation of the incidents.
·         Significant Lexica-grammatical Features
     1. Use of exclamation, rhetorical question, and intensifiers to point up the significant of the events
     2. Use of material processes to tell what happened
     3. Use of temporal conjunction

j. Narrative
·         Social function: to amuse, entertain and to deal with actual or vicarious experience in different ways; it deals with problematic events which lead to a crisis or turning point of some kind, which in turn finds a resolution.
·         Generic structure:
1.  Orientation: sets the scene and introduces the participants
     2. Evaluation: a stepping back to evaluate the plight
     3. Complication: a crisis arises
     4. Resolution: the crisis is resolved for better or worse
     5.  Reorientation: optional
·         Significant Lexico-grammatical Features
     1. Focus on specific and usually individualized participant
     2. Use of material processes
     3. Use of relational processes and mental processes
  4.  Use of temporal conjunctions and temporal circumstances
     5. Use of past tense

k. Procedure
·         Social function: to describe how something is accomplished through a sequence of actions or steps.
·         Generic structure:
     1. Goal
     2. Material (not required for all procedural text)
     3. Steps (i.e. goal followed by series of steps oriented to achieving the goal).
·         Significant Lexico-grammatical Features
     1. Focus on generalized human agents
     2. Use of simple present tense, often imperative
     3. Use mainly temporal conjunctions
     4. Use mainly of material processes

l. Description
·         Social function: to describe a particular person, place or thing.
·         Generic structure:
     1. Identification: identifies the phenomenon to be described
     2. Description: describes part, qualities, characteristics
·         Significant Lexico-grammatical
     1. Focus on specific participants
     2. Use of attributive and identifying process
   3. Frequent use of epithets and classifiers in nominal groups
     4.   Use of simple present tense.

m. Reviews
·         Social function:  to critique an art work or event for public audience. Such works of a art include; movie, TV shows, books, plays, operas, recordings, exhibitions, concerts, and ballets.
·         Generic structure:
     1. Orientation: places the work in its general and particular context, often by comparing it with others of its kind or through analogue with non-art object or event.
     2. Interpretative recount:       summarizes the plot and or provides an account of how the reviewed rendition of the work came into being; is optional but if present, often recursive.
     3. Evaluation:  provides an evaluation of the work and or its performance or production; is usually recursive.
     4.  Evaluative summation:      provides a kind of punch line which sums up the interviewer’s opinion of the art event as a whole; is optional.
·         Significant Lexico-grammatical Features
     1.   Focus on particular participants
     2.  Direct expression of opinions through use of attitudinal lexis (value-laden vocabulary) including; attitudinal epithets in nominal groups; qualitative attributives and affective mental processes
     3.  Use of elaborating and extending clause and group complexes to package the information
     4.  Use a metaphorical language.